Bukit Tangkiling
Batu Banama
Lama tinggal di Palangkaraya, baru kali ini ke bukit tangkiling ,ga tau kenapa hha dan itu juga karena ada suatu momen untuk melakukan perpisahan bersama seseorang dan tak disangka ternyata bukit tangkiling menyimpan banyak keindahan .
Yupz ... kita awali tentang bukit tangkiling dari cerita batu banama , di lereng bukit ini terdapat sebuah batu besar yang berbentuk kapal . konon begini nih legendanya......
LEGENDA BATU BANAMA
Tersiar kabar sebuah kapal besar (Banama) berlabuh di tepian sungai Sebangau, kapal yang membawa muatan dagangan dan jual beli hasil bumi berasal dari negeri Cina. Nahkoda kapal seorang pemuda yang gagah perkasa dan sangat tampan bernama Killin.
Wanita cantik itupun bergegas untuk menjual barang hasil buminya terutama tenun kainnya yang sangat indah..kecantikannya sungguh mempesona bagi Killin, dan dengan serta merta ia melamar wanita itu. Sesungguhnya wanita itu enggan atas ajakkan pemuda tampan karena dirinya seorang janda. Wanita berparas cantik itu bernama Bawi Kuwu.
Namun apa daya Killin sedang dimabuk asmara dia tidak perduli akan hal apapun, Dia tetap berkehendak mengawini wanita cantik itu
Akhirnya Bawi kuwu di bawa masuk ke dalam kapal setelah pernikahan dilangsungkan.
Sebelum berangkat keperaduan, Killin merebahkan kepalanya di dada istrinya. Bawi kuwu membelai mesra rambut suaminya dan..tiba -tiba ia kaget melihat bekas luka di kepala suamianya
" Suamiku, kenapa ada luka di kepalamu "
Killin bercerita masa kecil saat usianya 6 tahun dahulu, Saat pulang bermain Killin merasa lapar, dan saat itu Bari sanga (nasi goreng tanpa minyak) yang dimasak ibunya belum masak.Killin tidak sabaran menunggu karena kesal ibuku memukulkan sunduk ( alat untuk mengoreng) kepalaku hingga luka dan berdarah. Aku merasa ibuku tidak mencintaiku, aku berlari ke dermaga, dan untung ada saudagar Cina yang membawaku pergi.
Alangkah pucat wajah Bawi kuwu, dipandangnya suaminya seakan tidak percaya
" Aku ini ibumu,nak. Aku yang memukulmu "..dan Killin lebih tidak percaya dengan marah ia berkata " Bohong !!!l ibu pasti sudah tua dan berkeriput..Mustahi kau adalah ibuku.. "
" Kecantikanku adalah anugerah dari Ranying hatata Langit. Kau adalah anakku . jangan nak ini Pali "...Pali (Pantangan/tidak boleh)
Killin tetap tidak percaya sebaliknya ia menertawakan dan menantang ,
" Jika perkataanmu benar, biar Ranying Hatala Langit (TUHAN DALAM AGAMA KAHARINGAN ORANG DAYAK) yang membuktikannya "
Esok hari di gelar upacara meriah dan mendirikan Sangkaraya yang sangat tinggi. Gong di bunyikan semua orang kampung di undang dan menikmati hidangan yang disediakan
Setelah upacara itu usai, tiba-tiba langit manjadi gelap dan kilat menyambar, langit seakan mengulung,,dalam ketakutan Killin berlari kedalam kapalnya (Banama ) dan tiba-tiba kapal itu berubah menjadi Batu (Basaluh) hingga dikenal Batu Banama ..batu yang berbentuk kapal.
Dan Sangkaraya yang tinggi berubah menjadi bukit..Bawi Kuwu pun terperangkap didalamnya dalam keadaan hidup-hidup. Konon jika masyarakat memasukan benang ke dalam lubang maka keesokkan hari benang menjadi kain tenun yang sangat indah. Masyarakat pun memberi makanan dan minuman serta sirih pinang sebagai bentuk terima kasih.
Konon peristiwa ini terjadi pada Dinasti Tang, Pengabungan Tang dan Killin. Penyebutannya berubah menjadi Tangkiling.
Perjalanan menuju puncak bukit tangkiling
Nah setelah puas jalan-jalan dilereng bukit tangkiling dan melihat batu banama . Saatnya menuju puncak bukit tangkiling , yupz ...naik puncak bukit , harus ingat pake sepatu yang pas yaa ,agar tidak kesulitan nantinya .. hhe
tangga jalan menuju ke puncak bukit tangkiling
Awalanya ada tangga naik untuk menuju ke puncak bukit , cukup melelahkan memang , tapi semakin naik ke atas cape pun mulai berkurang karena angin perbukitan yang menyegarkan dan juga dalam perjalanan naik kita bisa sambil foto-foto berlatar belakang alam yang indah .
akhirnya jalan tangga naik sudah habis , dan dilanjutkan dengan jalan tanggal alam .. yaa tanah berumpat dan terjal ala perbukitan , harus hati-hati terpeleset yaa... (pas aku bilang gt ,dalam perjalanan turun, malah di bilang santai aja oleh seseorang ... ehh ga lama org yang blg gt malah terpeleset , hdeh ).
setelah susah payah melewati jalan tanah yang melelahkan , akhirnya sampai juga di puncak bukit tangkiling . Rasa cape akhirnya terbayarkan , karena pemandangan alam yang woww indah dan udara segar . Di puncak bukit juga ada warung lo bagi yang kehausan dan kelaparan , jadi ga usah khawatir hhe
tak lupa mengucap syukur atas anugrah Tuhan , terima kasih banyak ya Tuhan atas segala keindahan yang Kau berikan pada kami . Semoga kami bisa selalu menjaganya. amin




Tidak ada komentar:
Posting Komentar